:..:..:.. ~:: Mari bergabung dalam Dunia Ratu Anugrah dimana anda bisa mendapat, menambahkan maupun sHaring informasi tentang berbagai hal yang sedang Update, ~Begabung Segera Ok.~ ::
| Makam Mbah Priok tak Jadi Dipindah |
|
|
| Written by Nurah Ratu Anugrah | |||
| Friday, 16 April 2010 07:00 | |||
JAKARTA, NurahRatu.com — Ahli waris Mbah Priok, Habib Alwi Al Hadaad, meminta Pemprov DKI Jakarta memberikan uang ganti rugi akibat kerusakan dalam upaya penggusuran di areal depan makam pada Rabu (14/4). Penggusuran ini memicu kerusuhan antara warga melawan Satpol Pamong Praja (PP), dan Polri yang mengakibatkan tiga anggota Satpol PP meninggal.Selain merusak makam Mbah Priok, di atas lahan seluas 5.400 Meter lahan sengketa itu juga berdiri bangunan pendopo, aula majelis dzikir, dan gapura. Akibat pengerahan alat berat berupa ekskavator yang mulai mendekati makam, gapura di bagian depan tampak rusak. “Standar, kami minta Rp 1,5 miliar. Untuk makam, termasuk jalan masuknya,” kata Habib Alwi Al Hadaad seusai mediasi dengan pihak PT Pelindo di Balaikota Jakarta, Kamis (15/4). Menurut Habib Alwi, masalah ganti rugi ini akan dibicarakan dalam pertemuan lanjutan. Dalam pertemuan lanjutan, juga akan dibahas masalah sisa tanah. “Masalah uang, kami akan negosiasi lagi,” ujarnya.
Habib Alwi menegaskan, bahwa tanah yang menjadi tempat makam adalah tempat bersejarah. “Makam itu sudah ada sebelum republik ini. Pelindo ini baru,” ujarnya. Dari pertemuan kedua pihak, dihasilkan delapan butir kesepakatan, di antaranya makam tidak akan digusur, dan hanya pendopo, gapura dan mejelis saja yang diatur penempatannya. Sejumlah permasalahan yang ada di antara kedua pihak akan diselesaikan dalam pertemuan lanjutan. “Pendopo cuma dipindah, digeser, karena mengganggu peti kemas,” ucapnya. Atas hasil kesepakatan, Habib Alwi merasa puas. Kesepakatan ini menandakan pihak Pelindo beritikad baik kepada pihak Habib Alwi. “Alhmadulillah puas. Sepertinya sudah ada titik temu dengan Pelindo. Pelindo bisa mediasi. Ini satu jalan yang sejak lama yang kami hendaki. Jadi Komnas HAM, memang sejak jauh-jauh hari sudah kami minta menjadi mediasi antara ahli waris dengan Pelindo, papar Habib Alwi. Ada pun pihak-pihak bertikai yang menyebabkan tiga orang tewas pada kerusuhan di kawasan makam Mbak Priok, Koja, Tanjung Priok, Jakarta Utara sepakat mendinginkan suasana. Dan dalam pertemuan yang dimediasi Wakil Gubernur DKI Jakarta Priyanto, dan Komnas HAM, dicapai kesepakatan penting. Kedua pihak sepakat makam Mbah Priok tidak akan digusur. Kesepakatan dicapai dari proses perundingan selama tiga jam. Berkaitan pelestarian cagar budaya ziarah makam Mbah Priok, pihak Pelindo II sepakat memberikan tambahan luas tanah untuk lokasi pemakaman Mbah Priok. “Membuat kesimpulan singkat ada beberapa poin. Pertama, makam tetap di posisinya,” kata Prijanto, dalam pertemuan di Balai Kota Jakarta. Pelindo juga akan merenovasi dan memugar makam, agar nantinya salah satu objek wisata budaya tersebut terlihat lebih cantik dan menarik untuk dikunjungi. Habib Salim Al Atas atau disapa Habib Selon memastikan Makam Mbah Priok tidak akan dipindahkan dari kawasan situs makam di Jakarta Utara. Tetap dipertahankan di lokasi semula, tidak jauh dari pintu masuk Terminal Petikemas Koja, Tanjung Priok. “Siapa yang mindahkan? Buktikan! Kapan dipindahkan serta siapa saksi-saksi yang memindahkan?” ungkap Habib Selon. “Buktinya sampai sekarang orang masih ziarah ke sini. Bukan hanya dari dalam tapi luar negeri datang ke sini,” kata pria yang mengaku masih kerabat Mbah Priok. Foke Diteriaki Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo baru saja terlihat mendatangi lokasi terjadinya kerusuhan di sekitar makam keramat Mbah Priok, di Tanjung Priok, Jakarta Timur, Kamis sore. Foke, sapaan akrab Fauzi Bowo datang bersama rombongan dari Polda Metro Jaya Irjen Wahyono, Panglima Kodam Jaya Mayjen TNI Darpito Pudyastungkoro. Awalnya Foke tampak jalan santai sambil melambai-lambaikan tangan ke warga. Namun beberapa meter menjelang Foke masuk ke mobilnya, teriakan tersebut pun muncul. “Bowo biang kerok! Bowo biang kerok!” kata seorang warga dengan berteriak di luar kompleks pemakaman Mbah Priok, Kamis (15/4). Foke yang mendapat teriakan itu tidak menjawab apa-apa. Dia terus berjalan menuju mobilnya yang terletak sekitar 200 meter dari areal pemakaman. Foke tampak keringatan dan sedikit tegang. (Persda Network/coz)
Set as favorite
Bookmark
Email This
Hits: 34965 Trackback(0)
Comments (0)
![]() Write comment
|
|||
| Last Updated on Friday, 16 April 2010 11:55 |








![]() | Today | 756 |
![]() | Yesterday | 931 |
![]() | This week | 1687 |
![]() | Last week | 5871 |
![]() | This month | 17811 |
![]() | Last month | 27179 |
![]() | All days | 98904 |

